SKENARIO PENGKOMUNIKASIAN HASIL TES DALAM KONSELING
Klien : (mengetuk pintu) “Assalamu’alaikum..”
K’lor : “Wa’alaikumsalam (membuka pintu). Oh mbak Novia/
Aisyah, silahkan masuk
Mbak”.
Klien : “Iya, terima kasih Bu”.
K’lor : “Iya silahkan duduk mbak Novia/Aisyah
(berjabat tangan dan mengiringi klien
untuk duduk)”.
Klien : “Iya
Bu. Maaf Bu sebelumnya,
kedatangan saya kesini menganggu waktu ibu”
K’lor :
“Ohh, tidak apa-apa mbk Novia/Aisyah, kebetulan ibu ini sedang tidak sibuk”
Klien :
“Iya Bu, begini bu, saya kan rabu kemarin habis ada tes psikologis bu, nah saya
itu kurang paham dengan hasilnya bu,
mungkin ibu bisa membantu saya dalam
mentafsirkan arti dari hasil tes saya ini
bu (dengan menunjukkan hasil tes)”
K’lor : “Iyya, mbak Novia/Aisyah, bagus sekali mbk
Novia/Aisyah memiliki keingin tahuan
yang begitu
besar dalam mengetahui hasil tes yang diberikan kemarin, sebelum ibu
memanggil mbak Novia/Aisyah. Namun sebelum ibu menjelaskan hasil tes
mbak
Novia/Aisyah, ibu ingin bertanya dengan kamu. Apakah kamu tahu proses
konseling
itu seperti apa? Dan apakah sebelumnya pernah mengikuti konseling
individual
seperti ini?”
Klien : “Saya kurang tahu Bu. Dan sebelumnya pun
saya tidak pernah mengikuti konseling
individu.
Memang prosesnya seperti apa Bu?”
K’lor : “Belum pernah sama sekali ya, jadi
konseling individual ini dilakukan untuk
memberikan
pemahaman dan memberikan bantuan individual terhadap diri
seseorang.
Dalam konteks ini ibu akan membahas hal yang ada hubungannya
dengan
kamu. Sebelum kita laksanakan proses konseling ini apakah kamu bersedia
untuk
berbicara saling terbuka dengan ibu mengenai permasalahan-permasalahan
ataupun
sesuatu hal yang memang ada di dalam diri kamu? Dan ibu juga berjanji
ketika
melaksanakan konseling ini ibu tidak akan memberikan keterangan ataupun
membuka
rahasia kepada siapapun”
Klien : “Ya Bu, saya bersedia mengikuti sesi
konseling ini dan saya bersedia untuk saling
terbuka
dengan Ibu”.
K’lor : “Bagus sekali mbak, sebelumnya tadi kan
mbak Novia/ Aisyah menanyakan
mengenai
hasil dari tes yang diberikan hari rabu kemarin, nah mari kita bersama-
sama
untuk menafsirkan hasil tes tersebut mbak Novia/ Aisyah”
Klien : “Baiklah Bu, saya antusias sekali untuk
menafsirkan hasil tes ini bu”
K’lor : “Baguslah jika kamu antusias
dengan hal ini. Nah, ini ada
lembar hasil tes kamu
yang kemarin. Coba kamu lihat dulu hasil tes tersebut dengan baik”.
Klien : “Maaf Bu, saya tidak dapat memahami apa
maksud dari hasil tes ini”.
K’lor : “Iyya, mbak Novia/Aisyah, jadi
seperti ini, coba
lihat lembaran kamu.
Dilembaran
tersebut dibagian bawah identitas kamu tertulis Hasil Tes intelegensi
SPM mengenai
rentan IQ, PP atau persentil point dan klasifikasinya.
Klien :
“Oh iya Bu, ini ketemu. Maksudnya bagaimana Bu?
K’ lor :
“Jadi
disitu tertulis bahwa rentan IQ kamu pada kisaran 110-121 dan memiliki
persentil
poin ≥75, maka itu berarti IQ kamu tergolong diatas rata-rata
orang seusia
kamu. Tetapi hal tersebut merupakan hasil pengukuran dari
tingkat IQ kamu sendiri,
dan perlu
kamu ketahui bahwa tingkat IQ seseorang dimuka bumi ini sangat
bervariatif
dan berbeda-beda satu dengan yang lainya dan hal tersebut juga tidak
serta merta
menentukan hasil atau tingkat kecerdasan seseorang itu sendiri”.
Klien : “Iya Bu, saya paham. Kemudian mengenai Hasil tes bakat
diferensial ini maksudnya
bagaimana Bu?”
K’lor : “Ya baik, mari kita lihat sama-sama.
Coba perhatikan pada
diagram yang memiliki
beberapa
warna tersebut. Diagram yang berwarna hijau, menggambarkan bakat
verbal atau
yg biasa disebut bakat bicara. Kemudian diagram yang berwarna
biru
menggambarkan
bakat numerikal. Diagram yang berwarna ungu menunjukkan
bakat
skolastik, bakat skolastik adalah gabungan dari bakat verbal dan numerikal.
Disampingnya
ada bakat abstrak, kemudian diagram disampingnya yang berwarna
biru
ini menunjukkan bakat mekanik. Di sampingnya lagi ada bakat relasi ruang
dan
bakat kecepatan & ketepatan klerikal”.
Klien :
“Kemudian ini maksudnya bagaimana Bu? Di sini tertuliskan bakat verbal saya
mempunyai
skor 27, dan PP 65”.
K’loe : “Pertanyaan
yang bagus mbak
Novia/Aisyah. Jadi seperti ini, skor yang dimaksud
disini adalah jumlah skor soal yang
bisa dikerjakan dalam tes kemarin. Mengenai
PP
di sini mbak Novia/Aisyah,
jadi PP itu singkatan dari Presentil Point. PP ini
dikategorikan menjadi tiga tingkatan. Untuk
PP 1 s/d 49 itu tergolong rendah, untuk
PP 50 s/d 74
tergolong sedang, dan PP 75 s/d 100 tergolong kuat. Jadi, bagaimana
mbak Novia/Aisyah? Apakah kamu sudah bisa mendeskripsikan
hal tes bakat kamu
sendiri?”
Klien : “Oh iya Bu, sekarang saya sudah sedikit
paham. Jadi bakat verbal saya memiliki PP
65, itu berarti bakat verbal saya tergolong sedang.
Kemudian bakat skolastik saya
memiliki PP #N/A itu maksudnya bagaimana Bu?”
K’lor : “Iya nanti saya jelaskan. Sekarang coba
kamu deskripsikan semuanya dulu”.
Klien : “Iya
baik Bu. Kemudian untuk bakat
numerikal saya memiliki PP 20, dan itu berarti
tergolong
rendah. Untuk bakat abstrak, memiliki PP 10 yang berarti tergolong
rendah
juga. Kemudian bakat mekanik saya juga tergolong rendah. Untuk bakat
relasi
ruang dan bakat kecepatan & ketepatan klerikal saya memiliki PP yang sama
yaitu
65, yang berarti tergolong sedang. Benarkan demikian Bu?”
K’lor : “Iya
benar sekali mbak Novia/Aisyah.
Nah sekarang, Ibu akan coba jelaskan
mengenai
bakat numerikal kamu yang memiliki PP #N/A tersebut. Jadi untuk bakat
skolastik kamu tidak terditeksi karena sebelumnya memang mbak Novia/Aisyah
tidak diberikan tes tersebut, jadi hasilnyapun tidak bisa keluar”
Klien : “Oh
seperti itu Bu.
Kelihatannya bakat saya yang paling menonjol itu bakat verbal,
relasi
ruang dan kecepatan & ketepatan klerikal ya Bu? Kemudian kelemahan bakat
saya
adalah pada bakat numerik, skolastik, abstrak dan bakat mekanik”.
K’lor :
“Kenapa kamu bisa mengatakan seperti itu mbak Umi?”
Klien : “Yak
karena saya pikir bakat verbal, relasi ruang, kecepatan & ketepatan
klerikal lah
yang
memiliki PP yang tertinggi”.
K’lor : “Bagus
mbak Novia/Aisyah,
itu benar”.
Klien : “Terus di
bawahnya ada diagram lagi Bu. Maksudnya bagaimana?”
K’lor : “Iya,
jadi diagram ini adalah diagram tentang profil tentang minat jabatan yang
kamu
inginkan, jadi kamu tidak hanya mengetahui tentang bakat kamu saja, tetapi
juga
mengetahui minat kamu”.
Klien : “Iya
Bu. Terus cara mendeskripsikannya apakah sama dengan yang bakat tadi?”
K’lor : “Iya
mbak Novia/ Aisyah,
caranya sama dengan yang bakat tadi. Namun di sini
aspeknya
berbeda. Di sini ada minat jabatan dalam bidang pribadi sosial, natural,
mekanik,
bisnis, seni, sains, verbal, manipulative, komputatif, dan tingkat minat.
Sekarang
coba kamu lihat dan deskripsikan hasilnya”.
Klien : “Dalam
bidang pribadi sosial, PP saya sampai 98, berarti itu tergolong kuat ya Bu?
Kemudian di bidang natural = pp
20 berarti tergolong rendah, minat
bidang
mekanik
= pp 20 berarti tergolong rendah, minat bidang bisnis = pp 80 berarti
tergolong kuat, minat bidang seni = pp 80 berarti tergolong kuat, minat
bidang
sains = pp 10 berarti tergolong rendah, minat bidang verbal = pp 10
berarti
tergolong rendah, minat bidang manipulatif = pp 40 berarti tergolong
rendah, minat
bidang komputatif = pp 30 berarti tergolong rendah”.
K’lor : “Iya
bagus sekali penafsiran kamu mbak Novia/Aisyah. Nah sekarang menurut
kamu,
minat jabatan yang paling kamu inginkan pada bidang apa?”
Klien :
“Kelihatannya pada bidang pribadi sosial, bisnis dan seni. Namun saya juga
memiliki kelemahan pada bidang
natural, mekanik, sains, verbal, manipulatif dan
komputatif. Benar seperti itu tidak Bu?”
K’lor : “Penafsiran yang kamu kemukakan tadi, sudah benar sekali mbak Novia/Aisyah. Ibu
rasa kamu sudah sangat paham tentang bagaimana cara menafsirkan hasil
tes ini
yah mbak Novia/Aisyah J”.
Klien : “Hehe.. iya itu kan karena
penjelasan dari Ibu tadi”. Oh ya Bu, sudah bel. Saya harus
masuk Bu, soalnya
nanti ada ulangan B.Indonesia”.
K’lor : “Oh
iya mbak Novia/Aisyah, semoga sukses ya ulangannya. Semoga hasil tes ini
bermanfaat untuk mbak Novia/Aisyah ya..”.
Klien : “Iya
Bu, amin. Sama-sama ya Bu, saya juga berterima kasih sama Ibu. Ya sudah Bu,
saya pamit dulu. Assalamu’alaikum (mencium tangan).
K’lor :
“Wa’alaikumsalam. Hati-hati mbak Novia/Aisyah”.


19.26
Unknown
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar